BUAH-BUAHAN memang banyak dikonsumsi mereka yang tengah menjalani isolasi mandiri. Pasalnya, buah-buahan memang menjadi salah satu sumber vitamin dan nutrisi untuk menambah daya tahan tubuh kita.
Tapi, hingga saat ini memang belum ada buah yang mampu menyembuhkan Covid-19. Meskipun, kerap beredar kabar buah yang ampuh, seperti kelapa muda dan lemon tapi faktanya, buah-buahan tersebut bukanlah solusi.
Nah, kini kembali beredar pesan berantai di aplikasi WhatsApp tentang khasiat labu kuning. Labu diklaim ampuh menyembuhkan Covid-19 dalam tiga hari, demikian isi pesan berantai itu.
Narasi tersebut juga disertai cerita pengalaman sejumlah orang yang berhasil pulih dari Covid-19 setelah mengonsumsi labu kuning kukus.
CEK FAKTA: Tidak Terbukti Labu Kuning Bisa Sembuhkan Penderita Covid-19
merdeka.com - get the latest breaking news, showbiz & celebrity photos, sport news & rumours, viral videos and top stories from merdeka.com Daily Mail and Mail on Sunday newspapers.
Hoaks! Konsumsi labu kuning sembuhkan COVID-19
antaranews.com - get the latest breaking news, showbiz & celebrity photos, sport news & rumours, viral videos and top stories from antaranews.com Daily Mail and Mail on Sunday newspapers.
Bincang dengan Guru Besar Farmasi UGM, Bergejala Berat Covid-19, Obatnya Lebih Kompleks
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada Prof Zullies Ikawati PhD Apt berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network
Sabtu, 17 Juli 2021 07:51 Editor:
Dokumentasi Pribadi Prof Zullies Ikawati
Prof Dr Apt Zullies Ikawati, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM - Bincang dengan Guru Besar Farmasi UGM, Bergejala Berat Covid-19, Obatnya Lebih Kompleks
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ada satu obat yang memiliki efek samping.
Misal azithromycin yang sering dipakai untuk pasien Covid-19, walaupun efek sampingnya jarang, yang bisa terjadi adalah mengganggu ritme jantung. Kita pernah mengenal obat chloroquine, obat Covid-19. Dia efek sampingnya juga mengganggu ritme jantung. Ketika dua obat ini digunakan bersamaan, maka akan meningkatkan potensi untuk terjadinya Aritmia jantung. Kalau efek sampingnya itu sesuatu yang membahayakan seperti langsung ke jantung, ya berbahaya, ujar Guru Bes