comparemela.com

Latest Breaking News On - Mind folk economist - Page 7 : comparemela.com

Rizal Ramli Soroti Prestasi Kasus Harian Covid-19 Indonesia di Dunia: Boro-boro Rakyat Bangga

Rizal Ramli Soroti Prestasi Kasus Harian Covid-19 Indonesia di Dunia: Boro-boro Rakyat Bangga
pikiran-rakyat.com - get the latest breaking news, showbiz & celebrity photos, sport news & rumours, viral videos and top stories from pikiran-rakyat.com Daily Mail and Mail on Sunday newspapers.

Sentil Moeldoko? Faisal Basri Desak Jokowi Tertibkan Petinggi Istana yang Bagikan Obat Keras

Dila Nashear - 4 Juli 2021, 12:50 WIB Ekonom Faisal Basri desak Presiden Jokowi tertibkan petinggi istana yang bagikan obat keras untuk pasien corona atau Covid-19. /Antara/Dewa WIguna/Akbar Nugroho Gumay PIKIRAN RAKYAT - Ekonom senior Faisal Basri ikut menyoroti adanya tingkah dari pejabat istana yang saat ini masif membagikan obat keras yang diklaim ampuh atasi Covid-19 di tengah melonjaknya pasien corona. Dalam sorotannya itu, Faisal Basri mendesak agar Presiden Joko Widodo atau Jokowi segera bertindak tegas dan menertibkan pejabat yang bagi-bagi obat keras itu. Sebagai informasi, saat ini nama Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sedang menjadi sorotan karena tiba-tiba membagikan obat Ivermectin ke sejumlah daerah di Indonesia.

Edhy Prabowo Dituntut 5 Tahun Penjara, Emil Salim Pertanyakan Keadilan

Edhy Prabowo Dituntut 5 Tahun Penjara, Emil Salim Pertanyakan Keadilan
pikiran-rakyat.com - get the latest breaking news, showbiz & celebrity photos, sport news & rumours, viral videos and top stories from pikiran-rakyat.com Daily Mail and Mail on Sunday newspapers.

Emil Salim Pertanyakan Tuntutan Edhy Prabowo Sama dengan Hukuman Kades: Korupsi Rp399 Juta, Adilkah?

Emil Salim Pertanyakan Tuntutan Edhy Prabowo Sama dengan Hukuman Kades: Korupsi Rp399 Juta, Adilkah?
pikiran-rakyat.com - get the latest breaking news, showbiz & celebrity photos, sport news & rumours, viral videos and top stories from pikiran-rakyat.com Daily Mail and Mail on Sunday newspapers.

Covid-19 Masuki Gelombang Kedua, Ekonom UI Sebut Biaya Lockdown Lebih Hemat dari PPKM Mikro

Amir Faisol - 29 Juni 2021, 07:05 WIB Ilustrasi lockdown atau karantina wilayah. Lockdown di Indonesia untuk tekan lonjakan kasus corona atau Covid-19 jauh lebih irit daripada berlama-lama menerapkan PPKM Mikro. /Pixabay/jag2020 PIKIRAN RAKYAT - Ekonom dari Universitas Indonesia yang juga direktur eksekutif Next Policy Fithra Faisal Hastiadi mengungkapkan, kebijakan karantina wilayah ( Dia menuturkan, pembatasan sosial atau lockdown di area Jakarta saja, jika dilihat skenario, diperkirakan dalam 14 hari akan kehilangan Rp23 triliun, kehilangan nilai tambah perekonomian Rp17 Triliun, kehilangan pendapatan keluarga hilang Rp5 Triliun, pengangguran sekitar 76.000 orang. Akan tetapi, menurutnya. itu baru ongkos langsung. Jangan lupa ada juga yang bisa dihemat, di antaranya ongkos infeksi, ongkos kehilangan produktivitas, dan ongkos rumah sakit.

© 2024 Vimarsana

vimarsana © 2020. All Rights Reserved.