Jumat 23 Jul 2021 07:53 WIB Red: Teguh Firmansyah
Pekerja memindahkan tabung oksigen yang kosong, di tempat pengisian oksigen PT Asiana Gasindo, Padang, Sumatera Barat, Kamis (22/7/2021). PT Asiana Gasindo menambah suplai liquid oksigen sebanyak 12 ton dari Pekanbaru, Riau, untuk mencukupi kekurangan oksigen yang dialami sejumlah rumah sakit di Sumbar untuk perawatan pasien COVID-19. Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Lima perusahaan produsen kehabisan cairan untuk memproduksi oksigen. REPUBLIKA.CO.ID, PADANG Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) menindaklanjuti temuan terjadinya kekosongan tabung oksigen di sejumlah rumah sakit (RS) di daerah itu. Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, di Padang, Kamis, membenarkan memang terjadi kekosongan tabung oksigen saat ini, karena lima perusahaan produsen tabung oksigen kehabisan cairan atau liquid untuk memproduksi oksigen untuk RS tersebut.
RSUD M Zein Pesisir Selatan Penuh, Pasien Covid-19 Terpaksa Dirawat di Tenda
liputan6.com - get the latest breaking news, showbiz & celebrity photos, sport news & rumours, viral videos and top stories from liputan6.com Daily Mail and Mail on Sunday newspapers.
Polisi tindaklanjuti kekosongan tabung oksigen di RS Sumbar
antaranews.com - get the latest breaking news, showbiz & celebrity photos, sport news & rumours, viral videos and top stories from antaranews.com Daily Mail and Mail on Sunday newspapers.
Daerah yang telah meminta vaksin itu, kata dia, di antaranya Sawahlunto, Sijunjung, Kabupaten 50 Kota, Payakumbuh, Padang Panjang dan beberapa daerah lain. Terakhir sudah datang bantuan dari pusat sebanyak 6.400 dosis, namun dalam sehari semuanya habis terdistribusi, kata Audy. Apalagi, katanya, saat ini siswa SMP dan SMA juga akan mulai divaksin, sehingga kebutuhan vaksin di Sumbar sangat besar, lebih dari 200 ribu dosis. Untuk siswa ini saja 100 ribu mungkin bisa langsung habis dalam beberapa hari, karena itu kamiminta bantuan dari pusat untuk ketersediaan vaksin di Sumbar, ujarnya. Pemprov Sumbar sudah mengajukan permintaan untuk 150 ribu dosis ke pemerintah pusat. Ia berharap dalam beberapa hari ke depan bisa sampai di Sumbar. Audy mengatakan antusiasme masyarakat Sumbar untuk divaksin mematahkan pendapat sebelumnya bahwa warga provinsi itu menolak vaksin.