Tribunnews.com
Penyakit ini terdeteksi pada sekitar seratus pasien diantara 12,8 juta orang yang divaksinasi dengan suntikan pertama
Selasa, 13 Juli 2021 07:50 WIB
ROB ENGELAAR / ANP / AFP
Sebuah gambar yang diambil pada 12 April 2021 menunjukkan botol vaksin Johnson & Johnson Janssen Covid-19 saat dosis pertama yang berasal dari kota Leiden di Belanda disimpan di pusat distribusi Movianto di Oss
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, AMERIKA SERIKAT - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) akan mengeluarkan peringatan tambahan untuk virus corona J&J dari Johnson & Johnson, setelah temuan efek samping yang langka namun berbahaya dilaporkan pada hari Senin kemarin.
Dalam beberapa kasus, vaksin itu dapat menyebabkan sindrom Guillain-Barre langka yang memicu respons autoimun yang menyerang jenis sel saraf tertentu.