Ia mengatakan FESyar KTI merupakan rangkaian agenda tahunan Bank Indonesia (BI) untuk menghidupkan ekonomi syariah yang diikuti Pemerintah Sulbar. Ia mengatakan, pemprov sangat mengapresiasi BI dalam upaya menghidupkan ekonomi syariah di Sulbar.
"Sulbar juga telah menggelar FESyar diikuti pesantren dan madrasah sebagai komitmen Pemerintah Sulbar untuk memajukan ekonomi di pesantren, mendorong pembangunan ekonomi Sulbar," katanya.
Ia berharap, kegiatan ekonomi pesantren dapat hidup dengan memanfaatkan bantuan BI dengan sebaik-baiknya, karena ekonomi pesantren sangat penting membangun ekonomi daerah di tengah pandemi Covid-19.
"Potensi pengembangan ekonomi syariah Sulbar sangat besar dikembangkan sehingga semua pihak harus serius mengembangkannya," kata Enny Anggraeni Anwar.
Ia mengatakan ekonomi syariah untuk mendorong pemulihan ekonomidi KTI yang saat ini menghadapi tantangan di tengah pendemi Covid-19.